FAIZ ARSYAD MAHASISWA PERAIH MEDALI EMAS DI 7 NEGARA BENUA EROPA,AMERIKA ,AFRIKA MELALUI INOVASI KOPI KULIT MANGGA

Puskominfo DPC Mojokerto ,kali ini menemukan kembali pemuda milenial yang bisa menjadi motivasi para pemuda Indonesia.

Faiz Arsyad seorang pemuda kelahiran kota Bandung ,patut mendapatkan apresiasi ,mahasiswa dari Fakultas Pertanian Univ Brawijaya ini mendapatkan be erapa penghargaan dari 7 Negara ,baik di Amerika bahkan sampai Benua Eropa.
Bahkan Kopi Arabika sudah dikenali di kalangan penikmat kopi. Dengan sedikit rasa asam, jenis kopi ini juga menjadi favorit penikmat kopi dunia. Namun, bagaimana jika kopi dicampur dengan mangga podang? Hal ini yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya. Kombinasi kopi Arabika dari lereng Arjuno dengan ekstrak kulit mangga Podang menghasilkan kopi nikmat dengan rasa dan aroma mangga.

Faiz Arsyad putra pertama dari dua bersaudara ini menemukan kombinasi ajaib bernama MASCO. Mango Peels Coffee, Innovation of Healthy Arabica Coffee Drinks Based on Zero Waste System (MASCO) merupakan kombinasi ekstrak kulit mangga Podang khas Kediri dengan kopi Arabika, dengan prinsip zero waste/bebas limbah.

Mangga Podang, menurut Faiz Arsyad, adalah mangga khas Kediri. “Mangga Podang adalah tipe mangga khas Kediri. Tingginya produksi dan konsumsi mangga menghasilkan limbah berupa kulit yang tidak termanfaatkan. Sehingga ia memanfaatkan kulit mangga ini menjadi minuman”, jelasnya.

Hasil riset menunjukkan, kulit mangga Podang sendiri mengandung beberapa senyawa aktif, seperti Polyphenols, Alpha Hydorxil Acid (AHA), Amyhocyanins, Flavonoid serta vitamin C dan E. Dengan durasi proses dalam waktu kurang dari 1 hari, kulit mangga ini diolah menjadi bubuk. “Minum kopi telah menjadi tren baru di masyarakat, seiring dengan semakin menjamurnya kedai kopi di berbagai daerah. Dengan adanya MASCO, maka dapat memaksimalkan potensi kopi sama halnya dengan pendapatan petani mangga, sekaligus mengurangi limbah kulitnya. Kopi ini dijual dalam bentuk bubuk. Cukup diseduh dengan air panas, kopi ini siap dikonsumsi kapan saja”, papar Faiz Arsyad.

Di sisi lain, kopi tubruk di Indonesia mengandung banyak kandungan kafein. “Efek konsumsi kafein berlebihan dapat berdampak pada kecanduan, pengentalan darah, mengakibatkan serangan jantung dan stroke”, imbuh Faiz Arsyad, mahasiswa angkatan 2016 ini. Melalui MASCO, ia menyajikan alternatif kopi bubuk yang dapat dinikmati dengan berbagai manfaat kesehatan.

MASCO juga telah bermitra dengan UMKM olahan mangga Podang dan beberapa kedai kopi. 1 kantong kopi mangga dengan berat 100 gr dibandrol dengan harga Rp 20.000,- atau setara dengan USD 2. Kombinasi dua bahan ini menghasilkan kopi dengan rasa pahit yang lebih sedikit dan dapat mengurangi resiko diabetes, kanker, kolesterol dan penyakit jantung koroner.

Melalui MASCO, ia telah berhasil meraih Grand Prize, Gold Medal, dan Penghargaan Platinum di 7 Negara Benua Eropa, Amerika, dan Afrika. Salah satunya di International Invention and Trade Expo (IITEXPO), London Inggris (United Kingdom) 2020. Meskipun dilakukan secara daring, ia berhasil menyisihkan ratusan inovator dari 60 negara. “Salah satu yang membuatnya menang adalah mengangkat kearifan lokal melalui penggunaan bahan baku asli Indonesia.” imbuh Faiz Arsyad.

Puskominfo berharap , kemenangan ini mampu menjadi pemantik semangat untuk anak-anak muda Indonesia agar terus berprestasi dan berkarya untuk mengharumkan dan membanggakan Negara Indonesia di dunia Internasional. Ayo kita buktikan bahwa anak-anak muda Indonesia luar biasa dan berkualitas.(NR/Mjkrt/PI Jatim 1)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *