Tarling Bupati Wihaji Sampaikan Program Santunan Kematian

Meteorpublik, Batang- Tarawih Ukuwah Keliling Bupati Batang Wihaji putran ke lima dilaksnakan di Masjid Nurul Iman Desa Kreyo, Wonotunggal Jumaat ( 17/5) bersama Kepala pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Batang.

Tampak hadir usai Sholat Tarawih Kapolres Batang AKABP Edi Suranta Sinulingga, Kasdim 0736 Batang Mayor Inf. Raji.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji menyampaikan salah satu program unggulan e- sakti atau elektronik santunan kematian yang sudah berjalan hampir dua tahun.

“Aplikasi santunan e-sakti untuk mempermudah bagi masyarakat yang tidak mampu yang meninggal dunia mendapatkan santunan Rp 1 juta,” kata Wihaji

Program santunan kematian merupakan kepedulian Pemkab bagi masyarakt tidak mampu, karena kematian membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk tahlilan dan pemakaman.

“Kalau memang data persayaratanya komplit bisa di hari itu juga bisa langsung dicairkan,” katakanya

Bupati menjleaskan bahwa Pemkab Batang di tahun 2019 menganggarkan santunan kematian sebanyak Rp 2,6 miliar, adapun yang sekarang sudah disalurkan mencapai Rp 750 juta. Tidak hanya santunan bagi anak yatim piatu dianggarkan Rp 1,5 miliar untuk diberikan 1.000 anak dan untuk peningkatan keaejahteraan guru Madrasah Diniah, Pemkab memberikan insentif sebesar Rp 1.2 juta dalam satu tahun.

Kapolres Batang AKBP Edi SurantaSinulingga menyarankan agar umat islam untuk memaknai bulan suci Ramadhon sebagai bulan yang penuh rahmat, ampunan dan penuh berkah, maka perbanyak ibadah, zakat, shodakoh infak dan amal jariah.

“Saya berani sebagai umat non muslim disetiap tempat menyampaikan hal ini, kalau urusan mendapat hidayah itu urusan saya dengan tuhan,” katanya

Kapolres juga menyampaikan dirinya belajar Islam dari keluarga, katena Kakek dan paman saya beraga muslim taat dan sudah berhaji, dari merekalah yang membetikan pemahaman Islam adalah agama Rahmatan lilngalamin.

” Oleh karena itu, memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dalam wujud berlomba – lomba memperbanyak amal ibadah, dan kalau punya rezeki berlebih bersedakah, berzakat dan baramal.
Fokus dan khusus melaksanakan rangkaian ibadah, bukan berjihad seperti ikut dalam people power yang sudah mengarah pada politis dan ujungnya untuk meraih kekuasaan dan duniawi,” jelasnya

Ia berharap kalau ada warga yang punya niatan ke Jakarta untuk mengikuti people power, kami minta ulama desa untuk memberikan penjelasan untuk tidak usah ikut berjihad yang menggunakan dalil – dalil agama untuk kepentingan politik tidak kontutisional, bagi segelintir orang hanya untuk meraih kekuasaan.

“Kalau ada kecurangan dan penolakan hasil pemilu ada mekanisme hukum yang lebih bermatabat jadai jangan malahmemprovokasi masyarakat dan gencar menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong melalui media sosial,” kata Kapolres

Dalam kesempatan tersebut Bupati Wihaji menyeahkan bantuan yang nilai totalnya mencapai Rp 27, untuk bantuan kemakmuran Masjid, Rumah Tidak layak Huni, lansia, disabelitas, anak yatim piatu, janda dan bantuan modal usaha serta tabungan sekolah sebesar Rp 250 ribu dan Rp 500 ribu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *