Pihak Kredit Plus Dilaporkan Kepolisi Karena Menggunakan Premanisme

meteorpublik.com Kredit Plus sebuah perusahaan Leasing atau Finance Pembiayaan Kendaraan roda dua dan Empat yang diawasi OJK dan Tunduk Pada Peraturan Kemenkeu serta peraturan perundangan undangan lain yang mengatur mengenai Perusahaan Pembiayaan Yang berlaku Di Negara Indonesia , Namun Pada kenyataannya Perusahaan Pembiayaan Ini Tidaklah seutuhnya Patuhi Hukum dan peraturan yang wajib di taatinya

Fakta dilapangan Kredit plus menggunakan Cara premanisme untuk melaksanakan penagihan hal ini dibuktikan Pada kejadian Percobaan Perampasan dengan Kekerasan serta percobaan penculikan yang Dilakukan Dua orang laki-laki mengaku dari pihak Kreditplus kepada Seorang Wanita Remaja yang mengendarai Unit objek Jaminan Fiducia Di Perusahaan Pembiayaan Kreditplus Cabang Depok.

Peristiwa ini terjadi dialami oleh korban bernama YENNY Sisca Warga Depok , yang mengendarai Unit kendaraan roda empat Merk Honda jazz No.pol B 8685 UZ pada Sabtu 23/02/19 lalu sekitar pukul 16.00 WIB Di sekitar Jalan Simpang III Arco korban diberhentikan Paksa oleh dua orang Laki-laki mengendarai sepeda motor yang mengaku dan mengeluarkan surat kuasa atau surat tugas dari Perusahaan Pembiayaan Kreditplus , Papar Yenny Kepada wartawan , 23/02/19

Korban diberhentikan lalu Dipaksa keluar dan kursi kemudi diambil alih , kemudian korban mau di Ajak ke blok M oleh dua orang laki-laki yang mengaku dari pihak Kreditplus , atas kejadian tersebut Korban didampingi Oleh orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut Di Polsek Bojong gede resort kota Depok dengan nomor: LP/117/K/II/2019/PMJ/RESTA DEPOK/SEK BOJONGGEDE tanggal 23 Februari 2019.

Identitas pelaku Dua orang Laki-laki tersebut sedang dalam proses lidik pihak Kepolisian , Korban yang merupakan Anak kandung Putri Pendiri Organisasi masyarakat LAPBAS ( LASKAR PENDEKAR BANTEN SEJATI ) , Pihak Korban Akan membawa Kasus ini kepengadilan untuk menuntut keadilan , Pihak orang tua korban menjelaskan kepada wartawan Bahwa pihaknya tidak akan hanya menuntut Melalui ranah Peradilan , Tapi juga Melalui beberapa Kuasa hukum dari Divisi Biro Hukum Organisasi LAPBAS akan melaporkan atau mengadukan kejadian ini kepada Pihak OJK sebagai Lembaga negara pengawas jasa keuangan dan kepada pihak Kementerian Keuangan , Karena dua lembaga negara ini salah satu yang mengatur dan merumuskan Aturan-aturan perundangan undangan terkait Perusahaan Pembiayaan atau leasing seperti Kreditplus , jelas Orang tua korban kepada wartawan di polsek Bojonggede .

Sementara itu sekretaris DPC kota Depok Erwin membenarkan bahwa Pihaknya ( Organisasi LAPBAS ) bersama jajarannya berdasarkan perintah atau instruksi ketum kami H. TB Endang Bahwa Kita sebagai Lembaga sosial kontrol Sudah menjadi kewajiban untuk membela masyarakat yang didzolimi dalam hal ini kebetulan adalah putri dari pendiri Organisasi kami LAPBAS , Erwin Rizkian Sekretaris kota Depok menerangkan Pihak nya akan melaporkan dan mengadukan Pihak Kreditplus ke OJK dan kementerian keuangan republik Indonesia . Sebagai mana OJK adalah Lembaga independen sebagai mana dimaksud dalam UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa keuangan , POJK nomor 1/POJK.07/2013 tentang perlindungan Konsumen , POJK nomor 9 / POJK.03/2016 Tentang Prinsip Kehati hatian Alih daya melakukan penyerahan sebagian Pelaksanaan pekerjaan kepada Pihak Lain , Dan kementerian keuangan karena sejak 07 Oktober 2012 Silam menteri keuangan Agus Martowardojo sudah secara resmi mengeluarkan Peraturan Larangan kepada Leasing atau Perusahaan Pembiayaan seperti Kreditplus untuk menarik Paksa Unit kendaraan yang menjadi objek jamin Fiducia sebagaimana tertuang dalam (PMK) nomor 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran fiducia , papar erwin

Sementara itu Tb Dede Sulaiman sebagai ketua DPC kota Depok menegaskan Bahwa Alih daya pekerjaan kepada pihak lain itu adalah jasa penagihan Bukan penyitaan / penarikan kendaraan karena dinegara ini Pihak eksekutor yang berkewenang mengeksekusi adalah panitera jurusita pengadilan tidak ada diperbolehkan eksekutor dari swasta dinegara ini , Hukum dan keadilan harus ditegakkan ujar TB dede ( ketua DPC ) kota Depok ,

Dan sementara itu Amir Yudi sebagai Panglima Komando ormas LAPBAS menjelaskan Jika audiensi diplomasi terkait kami sebagai kontrol sosial yang akan menyampaikan aspirasi ke Kemenkeu dan OJK atas tuntutan keadilan kejadian tindakan melawan hukum yang dilakukan kreditplus lamban proses maka kami akan gelar aksi masa berdemo di kementerian keuangan dan OJK agar ijin perusahaan kreditplus diawasi , dibatasi bahkan jika perlu dibekukan agar tidak ada lagi korban kesewenangan , sampai penganiayaan dan percobaan penculikan lagi , beruntung Korban Dapat menyelamatkan diri meski dirinya harus melakukan pengobatan dan perawatan medis . Serta traumatik hingga saat ini dan kami bertindak tentu nya berdasarkan UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen .

Yones -Jbr

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *