H. Edi Kusmana Soroti Masalah Narkoba di Bogor

ANGGOTA DPRD Kabupaten Bogor, H. Edi Kusmana Surya Atmaja, SH mengatakan, dewan sebagai Lembaga Legislatif akan mendorong apa yang telah dicanangkan Bupati Bogor, Hj. Ade Munawaroh Yasin, SH, MH pada masa kempanye di 2018 lalu.

”Isu Panca Karsa menjadi program andalan untuk Kabupaten Bogor. Kita mendorong agar program ini bias direalisasikan dan tepat sasaran dan bisa dinikmati masyarakat. Karena bagaimana pun juga, ketika Panca Karsa ini digelontorkan untuk masyarakat Kabupaten Bogor, artinya untuk kesejahteraan. Dalam hal ini fokus Kesehatan dan Pendidikan masyarakat,” Kata H. Edi Kusmana di ruang kerjanya, Selasa (1/10/2019).

Jadi, lanjut Edi Kusmana, yang di legislatif terutama dari “partai penguasa”, dalam hal ini PPP dan Gerindra, dimana Ketua DPW PPP (Ade Yasin-red.) di eksekutif menjadi bupati dan Ketua DPC Gerindra sebagai wakil bupati, maka pihaknya berkewajkiban agar Panca Karsa bisa betul-betul dijalankan dan dikawal agar sampai kepada masyarakat yang paling bawah.

“Fokus Panca Karsa kesehatan dan pendidikan, karena dua bagian itu yang menyerap anggaran APBD paling besar. Jadi kemakmuran itu akan bisa terjadi ketika kesehatan dan pendidikan terjamin, karena mau bagaimana pun juga tidak bisa kita pungkiri kalau dua bagian itu yang paling besar serap APBD di setiap daerah,” ungkapnya.

Bicara masalah kesehatan, diakui Edi, memang di daerah ini pelayanannya masih belum bisa dirasakan secara maksimal, dan pihaknya pun memaklumi. Karena bagaimanapun juga ketika BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) ini jadi andalan untuk masyarakat, terkadang masih ada pelayanan yang kurang bisa diterima oleh masyarakat.

“Seolah-olah ada animo pendapat bahwa rumah sakit itu tidak care (peduli-red.) pelayanannya. Merasa kesampingkan pelayanannya, meski BPJS sendiri masyarakat sendiri yang membiayai. Terkadang kita juga tidak bisa menyalahkan pihak pengelola rumah sakit, karena masyarakat juga untuk melaksanakan kewajibannya sering terlalaikan. Salah satunya ketika dia sudah masuk rumah sakit, tau-tau belum dibayarkan, ketika mau dibuka closingnya ‘kan harus dia bayar dulu. Mudah-mudahan ini bisa kita dorong dan yakinkan kepada masyarakat,” paparnya.

Sementara untuk pendidikan, Edi melihat, masih banyak sarana pendidikan di Kabupaten Bogor yang memang sudah tidak layak ditempati atau digunakan. “Seperti fisik bangunan, bagaimana pun juga pendidikan tidak terlepas dari fisiknya. Ketika memang fisik dan kondisinya baik, Insya Allah anak-anak kita bisa belajar secara baik dan maksimal,” ungkap Edi Kusmana.

Lebih jauh sosok yang dikenal agamis dan akrab dengan wartawan ini juga menyoroti tentang masalah narkoba. Menurutnya, terpenting dalam menangani masalah ini pertama adalah pembinaan. Ia menekankan Dispora (Dinas Pendidikan dan Olahraga) harus melakukan langkah, karena mau bagaimana pun juga, ini salah satu tanggungjawab dari dispora dan pemuda membutuhkan pengayoman dan pengalihan kegiatan. “Mereka yang memang terkontaminasi dengan narkoba itu kebanyakan pelajar. Rata-rata mereka awalnya coba-coba, lama-lama jadi pemakai, kemudian jadi pengedar,” jelasnya.

Untuk itu, masalah narkoba merupakan persoalan nasional, sehingga memang harus ada langkah yang diambil oleh pemerintah untuk bekerjasama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional). “Menurut saya orang kena narkoba itu tidak perlu dipenjara atau dikurung. Berikan dia pembinaaan dan direhab, karena psikis mereka sakit, jadi ada ketergantungan. Sehingga ketika dia dikurung kondisi mereka bukan malah baik, psikisnya malah tertekan dan keluar akan seperti itu lagi,” jelas Edi Kusmana.

Jadi, menurut Edi Kusmana, antara BNN, pegiat narkoba, pemerintah dan dinas terkait, termasuk legislatif harus memerangi itu. “Karena saya waktu jadi kepala desa pun bilang “saya tidak akan melakukan upaya hukum kepada masyarakat saya ketika dia terjerat narkoba”. Percuma dilakukan upaya hukum, jdi harus diobati,” tandasnya mengakhiri. ED/RUDI – BOGOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *