BNN: “Permohonan Rehab Nunung Dikabulkan, Proses Penyelidikan Tetap Lanjut”

Tertangkapnya komedian Nunung beserta suaminya July Jan Sambiran terkait kasus penyalahgunaan narkoba mendapat sorotan. Kali ini datang dari Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Drs. Arman Depari. Jenderal berpenampilan parlente ini membuat Nunung terpojok. BNN menganggap Nunung mencari alasan sehingga tetap dipidana walaupun harus menjalani rehabilitasi.

Seperti diberitakan, Nunung bersama suaminya ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba dan ditangkap usai melakukan transaksi narkoba sabu dengan tersangka HM alias TB di rumah Nunung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019) lalu.

Dari penangkapan ketiga tersangka itu, polisi mengamankan barang bukti satu klip sabu seberat 0,36 gram, dua klip kecil bekas bungkus sabu, tiga batang sedotan plastik untuk menggunakan sabu. Kemudian, sebuah sedotan plastik, sendok sabu, dan satu botol larutan cap kaki tiga untuk bong memakai sabu.

Nunung beralasan, ia menggunakan narkoba jenis sabu sejak lima bulan lalu untuk meningkatkan stamina. “(Nunung) Menggunakan sabu karena tuntutan pekerjaan, karena umurnya juga. Akhirnya menggunakan sabu untuk daya tahan tubuh juga,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono, Senin (22/7/2019).

Menanggapi alasan Nunung yang gunakan sabu untuk tingkatkan stamina dan daya tahan tubuh, Irjen Arman Depari mengatakan, alasan Nunung tersebut hanya mencari “kambing hitam”. Menurut Arman, narkoba bukan solusi seseorang untuk meningkatkan stamina atau daya tahan tubuh. Sebab, saat ini sudah banyak suplemen atau obat tradisional untuk meningkatkan stamina.

“Saya kira kalau berbicara itu untuk stamina atau untuk kesegaran atau kekuatan saya kira itu hanya alasan saja. Kalau alasannya seperti itu saya kira itu hanya mencari-mencari kambing hitam, bukan kambing domba. Karena di zaman sekarang ini banyak suplemen-suplemen yang menggantikan seperti yang dimaksudkan, kalau produk lokal tradisional ada jamu bukan harus dengan narkoba,” kata Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/7/2019).

 

Pengajuan Asesmen

Kendati demikian, para sahabat dan kerabat Nunung berharap dia bisa direhabilitasi. Nunung pun menyatakan berterima kasih kepada polisi yang sudah menangkapnya. Dia merasa terselamatkan dari kecanduan narkoba ketika ditangkap. “Saya mohon maaf pada Allah, mohon maaf pada Allah. Mohon maaf pada ibu saya, anak, dan cucu saya, keluarga besar saya, rekan-rekan kerja di mana saya bekerja. Saya sudah mengecewakan, saya sudah berbuat salah, melanggar hukum,” kata Nunung, Senin (22/7/2019).

Sementara terkait rehabilitasi, Arman mengatakan, pihaknya hingga kemarin belum menerima pengajuan asesmen Nunung sebagai syarat rehabilitasi. asesmen dilakukan untuk memberikan informasi terkait berapa lama seseorang sudah mengonsumsi narkoba dan lainnya. “Kami sudah berkoordinasi dengan BNNP, karena yang menjadi ketua tim asesmen terpadu adalah kepala BNNP. Sampai tadi malam belum menerima kabar atau laporan (keperluan asesmen Nunung),” ujar Arman.

Nunung juga memiliki hak direhabilitasi untuk menghilangkan kecanduan narkoba. BNN sebut meski Nunung direhabilitasi, tak hilangkan tindak pidananya. Arman menjelaskan, apabila menjalani rehabilitasi, status Nunung sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba tidak hilang dan proses hukum tetap berlanjut.

“Setiap warga negara Indonesia, sesuai dengan aturan, kalau dia menggunakan, pencandu, atau pemakai narkoba, wajib direhabilitasi. Jadi setiap orang punya hak untuk rehabilitasi. Namun, hak rehabilitasi ini tidak kemudian menghilangkan tindak pidana yang terjadi,” ujar Arman. Artinya jika permohonan rehabilitasi Nunung dikabulkan, proses penyelidikan tetap berlanjut. EDITOR

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *